Sabtu, 25 Oktober 2025

Pangeran dari Negeri Tanpa Warna

 



Di sebuah kerajaan bernama Moonhaven, segalanya dulu tampak indah dan berwarna. Langitnya berwarna biru cerah, bunga – bunga bermekaran dengan berbagai warna, dan burung – burung yang berkicauan saat menyambut matahari terbit. Namun, di suatu hari, ada hal yang sangat aneh. Saat matahari terbit, warna kehidupan di kerajaan Moonhaven seketika menghilang.

 

Rumput menjadi kelabu, bunga – bunga yang tak lagi indah, bahkan pelangi pun ikut tersamarkan oleh warna kelabu. Semua orang di kerajaan Moonhaven terheran – heran dengan fenomena ini, sebagian dari mereka ada yang menangis karena tidak lagi ada warna dalam kerajaan Moonhaven. Ternyata, itu semua ulah dari penyihir gelap yang memberikan kutukan di kerajaan Moonhaven. Penyihir gelap itu iri melihat kebahagiaan Alaric. Ia berkata “ warna negeri ini akan kembalu, jika sang pangeran menemukan hari yang paling tulus di dunia! “.

 

Pangeran Alaric, ia masih muda dan mempunyai sifat yang baik hati. Pangeran Alaric memutuskan untuk pergi mencari orang itu. Ia membawa seekor kuda kesayangannya yang bernama Bullseye. Kuda itu berwarna putih dan mempunya ekor yang Panjang.  

 

Di perjalanan, pangeran Alaric melewati bertemu dengan banyak orang baik. Seorang pelukis tua yang tetap melukis walau warnanya tak ada. Seorang anak kecil yang masih tertawa walau dunia tampak suram dan seorang penyanyi buta yang bernyanyi tentang harapan dan cahaya. Dari mereka, Pangeran Alaric mengetahui bahwa, keindahan tidak hanya dari mata melainkan dari hati.

 

Suatu hari, di puncak lembah sepi, Pangeran Alaric bertemu dengan seorang gadis bernama altsha. Gadis itu sedang menanam bunga – bunga di taman kecilnya meski semua abu – abu. “ mengapa kamu menanam bunga yang tidak berwarna? “ tanya Alaric. Altsha tersenyum manis dan berkata “ karena aku percaya, suatu hari warna akan kembali lagi jika kita menjaga harapan. “

 

Saat Alaric tersenyum balik, ia melihat hal – hal ajaib yaitu, bunga yang berada di taman kecil Altsha mulai berwarna merah muda. Langit yang tadinya kelabu kini berubah menjadi jingga lembut. Burung – burung pun kembali berkicauan dan berterbangan ke atas langit. Perlahan warna – warna mulai datang dan menyebar ke seluruh kerajaan.

 

Semua orang yang berada di kerajaan Moonhaven bersorak bergembira. Tetapi, Altsha perlahan menghilang menjadi cahaya kecil yang terbang ke langit. sebelum ia menghilang, ia berkata “ pangeran, sekarang dunia sudah berwarna lagi “, dengan suara lembutnya.

 

Pangeran Alaric memandangi langit yang sudah berwarna biru cerah. Sejak kejadian di hari itu, ia selalu mengingat kata – kata Altsha dan menjaga agar rakyatnya tidak pernah kehilangan harapan apapun.


Setiap matahari terbenam, warna senja dilangit Moonhaven selalu tampak paling indah. Karena di langit itulah, senyum Altsha beristirahat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Suara di Balik Pintu

Setiap malam, ketika rumah-rumah mulai sunyi dan lampu kamar dinyalakan, Tio selalu mendengar suara piano dari rumah sebelah. Nadanya terden...