Di sebuah desa kecil yang di kelilingi sawah hijau dan
tumbuhan yang asri, hiduplah seorang anak laki - laki bernama Riko dan ibunya. Ibu
Riko sangat baik dan penyayang. Ia selalu membangunkan Riko setiap pagi,
membuatkan sarapan, dan mengantar Riko pergi ke sekolah
Tapi dibalik itu, ada suatu hal yang membuat Riko merasa malu
yaitu ibunya hanya memiliki satu mata. Teman - teman Riko di sekolah tak jarang
untuk mengejek dan menertawakannya." lihat, ibu riko hanya memiliki satu
mata " sambil tertawa.
Riko menjadi malu, sedih, dan marah. " Ibu kenapa sih
hanya memiliki satu mata ? aku malu bu..... " katanya suatu hari. Ibu
hanya tersenyum lembut dan berkata, " maaf ya nak, ibu tidak sempurna
seperti ibu lainnya. “Lalu, riko hanya menanggapi dengan lirikan yang tajam. Malam
itu, riko melihat ibunya menangis pelan di dalam kamar. tetapi riko tidak
menghiraukannya dan keesokan harinya ia bertekad untuk belajar sungguh -
sungguh agar bisa pergi jauh dari desa.
Hari - hari berlalu.....
Riko pun bertumbuh besar dan memutuskan untuk merantau ke
kota melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Ibu berdoa setiap malam agar
riko bahagia selalu.
Tak terasa, tahun demi tahun telah berlalu sangat cepat.
Riko bertambah dewasa dan sukses. Ia tinggal di kita besar,
bekerja di kantor bagus, dan mempunyai keluarga kecil yang bahagia. Namun, Riko
sudah lama tidak pulang ke desa dan jarang mengingat ibunya.
Suatu sore, ketika Riko sedang bersantai dan menikmati
keindahan langit sore. ada seseorang yang memencet bel.
Ting….. Ting…… Ting….. Ting….
Riko segera membuka pintu lalu, melihat siapa orang itu.
Ternyata, itu adalah ibu Riko. Riko terkejut, bagaimana
ibunya bisa sampai ke rumahnya yang bahkan tidak ada yang memberitahunya. Riko
berkata " ibu.. saya sibuk... jangan ke sini lagi ya, " katanya pelan
agar anak - anaknya tidak mengetahuinya. Ibu menggaguk dan berjata "
baiklah, nak. maaf ya , " lalu pergi perlahan.
Beberapa hari kemudian, Riko mendapat undangan reuni sekolah.
Ia memutuskan pergi ke desa tanpa memberitahu keluarganya. Setelah Riko selesai
melaksanakan reuni. Riko pun mendatangi rumah lamanya, gubuk kecil yang dulu ia
tinggali. Di sana, ia melihat ibunya sedang duduk santai sambil memegang
secarik kertas yang akan di berikan untuk Riko. " Riko kemarilah nak, ibu
menuliskan secarik surat untukmu "
panggil ibu kepada Riko. Riko pun menuruti kemauan ibunya dan mmebaca surat
itu. ia membaca dengan sangat gemetar dan sangat tidak menyangka.
“ Anakku tersayang, maafkan ibumu ini yang hanya memiliki
satu mata. Saat kau kecil, kau pernah jatuh dan kehilangan satu matamu. Ibu
tidak tega melihatmu tumbuh seperti itu. Jadi ibu memberikan satu mata ibu agar
kau bisa melihat dunia dengan indah.
Ibu sangat bangga padamu, nak.
Kau tumbuh menjadi orang hebat dan ibu bahagia bisa melihat
dunia tanpa satu mata.
Ibu selalu mencintaimu, selamanya "
Air mata Riko pun menetes deras. Ia sadar, dibalik satu mata
ibunya, tersimpan cinta yang tak terbatas. Riko langsung berlari memeluk ibunya
dan berkata " terima kasih buu, maaf atas segala perbuatanku kepada ibu
". Ibunya tersenyum lembut dan berkata " iya nak, ibu sudah
memafkannya. "
Sejak hari itu, Riko selalu bercerita kepada anaknya tentang seorang ibu yang rela
memberikan segalanya demi anaknya. Setiap malam Riko memandangi bintang dengan
berkata " terima kasih ibu, karena cintamu aku bisa melihat dunia."
Ib : Kisah - Kisah Paling Mengharukan di Dunia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar